Pengikut

Selasa, 28 Jun 2016

~ Rahsia Lailatul Qadar Bagi Ahli Sufi ~

Lailatul Qadar atau Malam Qadar pada satu malam di antara malam-malam dalam bulan Ramadan, dikatakan sebagai malam yang paling rahsia sehingga ada setengah pendapat pula mengatakan bahwa para Nabi dan Rasul sendiri pun tidak mengetahui bilakah jatuhnya malam tersebut, inikan pula para wali atau orang awam. Lantaran itu timbullah pelbagai persangkaan, tafsiran dan pendapat, terdengar bermacam-macam cerita pelik dan aneh sama ada benar ataupun tidak terkait dengan peristiwa Lailatul Qadar itu.

Qadar bermaksud Kemuliaan. Surah Al-Qadr adalah Surah yang ke 97 di dalam senarai kitab suci Al-Qur'an dan diturunkan di Makkah sebanyak 5 ayat. Di dalam Surah tersebut pada ayat 3, Allah telah berfirman bahwa malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Tentu saja malam kemuliaan itu adalah sangat teristimewa dikurniakan Allah kepada hamba-hamba-NYA yang menjalankan ibadah puasa sepanjang bulan Ramadan. Bagi mereka yang sengaja mengingkari perintah syariat berpuasa, sudah pastilah malam qadar itu bukan disediakan buat mereka yang di dalam kerugian dan terputus dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Malam Qadar adalah malam yang telah lengkap dan sempurna diperturunkan kitab suci Al-Qur'an yang semenjak mulai diperturunkan secara beransur-ansur dari Langit yang dikenali sebagai Nuzul Al-Qur'an. Pada Malam Qadar itu turunlah malaikat Jibril berserta ramai malaikat lainnya dengan izin Allah demi mengatur segala urusan. Sepanjang keberkahan dan kesejahteraan Malam Qadar itu sehinggalah terbit fajar.

Bermacam cara dan usaha dilakukan untuk merebut Malam Qadar. Ada yang mencarinya dalam setiap sepuluh malam-malam terakhir Ramadan dengan berbuat amal-ibadah berjaga sepanjang malam tanpa tidur. Ada yang beriktikaf di masjid-masjid menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan itu. Ada pula yang beribadah bersendirian di rumah atau di tempat-tempat uzlah yang jauh sunyi dan terasing dari pergaulan orang ramai. Pendek kata, mendapatkan Malam Qadar itu tidak harus dilepaskan peluang kerana tidak sama seperti beribadah di malam-malam yang lain, tetapi beribadah hanya pada satu malam sahaja di Malam Qadar itu telah dinilai oleh Allah beribadah selama seribu bulan. Subhanallah!

Ada pandangan ulamak menerangkan bahwa rahsia Lailatul Qadar itu sebenarnya tersirat di dalam Surah Al-Qadr itu sendiri. Jika dihitung satu-persatu jumlah perkataan atau lafazhiyah dalam Surah tersebut akan terdapat 29 perkataan. Maka kemungkinan Lailatul Qadar itu jatuh pada malam 29 Ramadan. Nabi s.a.w. pernah bersabda agar umatnya mencari rahsia Lailatul Qadar itu pada sepuluh malam-malam ganjil yang terakhir di bulan Ramadan.

Guru Mursyid Thariqat Syadziliyah, Asy-Syekh Abil Hasan Asy-Syadzily Rahimahullah, tersebut di dalam kitab manaqibnya, bahwa semenjak berumur baligh hingga akhir hayat beliau, setiap tahun beliau tidak pernah terlewatkan mendapati turunnya Lailatul Qadar. Beliau pernah mengatakan apabila awal Ramadan jatuh pada hari:

Ahad maka Lailatul Qadar akan turun pada tanggal 29
Isnin maka Lailatul Qadar akan turun pada tanggal 21
Selasa maka Lailatul Qadar akan turun pada tanggal 27
Rabu maka Lailatul Qadar akan turun pada tanggal 19
Khamis maka Lailatul Qadar akan turun pada tanggal 25
Juma'at maka Lailatul Qadar akan turun pada tanggal 17
Sabtu maka Lalilatul Qadar akan turun pada tanggal 23

Imam Al-Ghazai R.A. pernah mengatakan bahwa petanda rahsia Lailatul Qadar itu adalah terbukanya Alam Malakut. Alam Malakut ini berada dalam batin manusiawi yang paling terdalam. Sebagaimana sabda Nabi s.a.w. bahwa jika hati anak Adam itu tidak dikelilingi oleh syaitan, nescaya ia mampu melihat rahsia-rahsia Kerajaan Langit. Justeru itulah kebanyakan ahli sufi mencari rahsia Lailatul Qadar itu di dalam suasana batin qalbu mereka sendiri. Di dalamnya mereka dapat merasakan ketenangan dalam beribadah kepada Allah tanpa lagi adanya gangguan-gangguan atau terhapus dari segala akwan (gambaran-gambaran) Alam Nasut duniawi ini. Mereka beribadah dengan niat yang seikhlas-ikhlasnya dan tidak bertujuan mencari pahala kecuali keredhaan Allah semata-mata. Apabila mereka dapat mencapai rasa ketenangan yang menyeluruhi suasana batin mereka, itulah petandanya mereka telah berada di Alam Malakut. Di Alam Malakut itu mereka dapat melihat secara batiniyah akan ramainya malaikat yang sibuk menguruskan segala urusan. Mereka melihat roh-roh yang berhimpun, sama ada roh-roh orang yang masih hidup, sudah mati atau yang belum dilahirkan jasadnya. Dari Alam Malakut mereka berpindah ke Alam Jabarut yang menghubungkan Alam Ketuhanan dengan Alam Kemakhlukan. Di Alam Jabarut itulah mereka menerima pelbagai rahsia Ketuhanan yang tidak boleh diceritakan kepada orang awam dan mereka bertemu dengan roh-roh para Nabi dan Rasul serta roh-roh para Auliya'i wassohlihin. Dan seterusnya mereka melalui Alam Bahut, sempadan alam yang memisahkan kemakhlukan dengan Ketuhanan, sehingga yang tinggal pada mereka hanyalah SirulLah (Rahsia Allah), justeru dengan SirulLah itulah mereka menembusi Alam Lahut menyaksikan Allah, hidup dalam Allah dengan Allah tanpa rasa adanya kematian atau kefanaan. Sehingga terbitnya fajar di Alam Nasut, mereka dikembalikan kepada peringkat roh masing-masing yang berada di dalam jasad mereka. Itulah sebenarnya pengalaman dan peristiwa Lailatul Qadar buat ahli sufi.

oleh H.B. Johar
Khamis 17 Julai 2014
Singapura

Sabtu, 25 Jun 2016

JENIS-JENIS KARAMAH WALI ALLAH

Al-Tajj al-Subki menjelaskan macam-macam karamah dalam kitab Al-Tabaqah al-Kubra sebagai berikut:

1. Menghidupkan yang sudah mati
Kisah Abu 'Ubaid al-Bisri dalam sebuah peperangan ketika memohon kepada Allah untuk menghidupkan kembali binatang yang dikendarainya, maka hiduplah binatang yang sudah mati itu. Kisah Mifraj al-Dimamini ketika berkata kepada ayam yang dipanggang, "Terbanglah!" Tiba-tiba ayam itu terbang. Kisah Syaikh al-Ahdai ketika memanggil seekor kucing yang sudah mati, lalu kucing itu mendatanginya. Hikayat Syaikh 'Abdul Qadir ketika berbicara dengan ayam setelah ia menyantap dagingnya, "Bangunlah dengan izin Allah, Zat Yang Menghidupkan tulang-tulang yang remuk," tiba-tiba ayam itu bangkit kembali. Kisah Syaikh Abu Yusuf al-Dahmani ketika mendatangi sesosok mayat, ia berkata, "Bangkitlah! Dengan izin Allah," lalu mayat itu berdiri dan hidup kembali dalam waktu yang cukup lama. Kisah Syaikh Zainuddin al-Faruqi al-Syafi'i, guru besar Syam, yang diriwayatkan oleh Al-Subki bahwa di rumah Syaikh Zainuddin, ada anak kecil yang jatuh dari atap lalu meninggal. Syaikh Zainuddin kemudian berdoa kepada Allah, hingga akhirnya anak tersebut hidup kembali. (Riwayat Syaikh Fathuddin Yahya, putra Syaikh Zainuddin) Al-Subki selanjutnya berkata, "Tidak ada cara untuk menghitung cerita-cerita seperti ini karena banyaknya. Tetapi saya atau mungkin juga orang lain belum yakin bahwa seorang wali bisa menghidupkan orang yang sudah lama mati dan telah menjadi tulang belulang
kemudian mayat itu hidup untuk waktu lama. Hal ini belum pernah kami temui dan saya tidak percaya hal itu bisa dilakukan oleh seorang wali, tetapi tidak diragukan bahwa kejadian semacam itu pernah dilakukan oleh nabi-nabi Hal ini bisa terjadi melalui mukjizat bukan dengan karamah. Seorang nabi sebelum tertutupnya pintu kenabian bisa menghidupkan umat yang telah hancur beberapa abad, kemudian mereka hidup kembali untuk waktu lama. Saya tidak percaya bahwa wali bisa menghidupkan Imam Syafi'i atau Imam Abu Hanifah lalu keduanya hidup dalam waktu lama sebelum wali tersebut wafat atau bahkan hanya untuk waktu singkat dan mereka bisa bergaul dengan orang yang hidup sebagaimana mereka bergaul sebelum wafat.'

2. Dapat berbicara dengan orang mati
Karamah ini lebih banyak terjadi dibandingkan karamah sebelumnya. Misalnya kisah tentang Abu Sa'id al-Kharazi r.a., Syaikh 'Abdul Qadir r.a., dan golongan wali setelah mereka yakni beberapa guru Syaikh Imam al-Walid, ayahanda dari Imam Taqiyuddin al-Subki.

3. Membelah dan mengeringkan laut, serta berjalan di atas air Karamah ini sering terjadi. Syaikhul Islam dan pemimpin kaum mutaakhirin, Taqiyuddin bin Daqiqil 'Id juga telah mengalami hal ini

4. Merubah benda-benda
Diceritakan bahwa Syaikh 'Isa al-Hatar al-Yamani pernah didatangi utusan seseorang yang mengolok-oloknya dengan membawa dua bejana penuh arak. Kemudian Syeikh 'Isa menuangkan arak dari salah satu bejana ke wadah lainnya dan Syaikh berkata kepada murid-muridnya, "Dengan menyebut nama Allah, makanlah!" Mereka lalu memakannya dan tiba-tiba arak itu berubah menjadi mentega dan tidak terlihat sedikit pun warna maupun aroma arak. Banyak orang menceritakan kisah semacam ini.

5. Melipat jarak bumi
Diceritakan bahwa beberapa wali berkumpul di Masjid Tharsus, mereka ingin sekali mengunjungi Masjidil Haram. Mereka kemudian memasukkan kepala ke dalam saku masing-masing. Ketika kepala mereka dikeluarkan, mereka sudah sampai di Masjidil Haram. Hikayat-hikayat semacam ini sampai kepada kita dengan jalan mutawatir, tidak ada yang mengingkarinya, kecuali para pendusta.

6. Berbicara dengan benda mati dan binatang
Tidak diragukan hal ini sering terjadi Diceritakan bahwa Ibrahim bin Adham memanggil sebatang pohon delima ketika ingin sekali me
makannya. Beliau memakannya, mulanya buahnya kecil, tetapi kemudian memanjang, dan yang mulanya asam, menjadi manis. Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun.

7. Menyembuhkan berbagai macam penyakit
Al-Sari menceritakan bahwa ia pernah bertemu dengan seorang laki-laki di sebuah gunung yang dapat menyembuhkan cacat sebagian anggota badan, buta, dan penyakit lain. Diceritakan pula kisah Syaikh 'Abdul Qadir ketika berkata kepada seorang bocah yang lumpuh, buta, dan sakit lepra, "Bangunlah dengan izin Allah." Akhirnya bocah tersebut bangun tanpa kesulitan.
                                                         
8. Menundukkan binatang
Seperti hikayat Abu Sa'id bin Abu Khair al-Mihani yang menundukkan singa dan hikayat Ibrahim al-Khawwash. Juga kemampuan menundukkan benda mati seperti hikayat Syaikhul Islam 'Izzuddin bin 'Abdussalam yang menundukkan angin dalam peristiwa al-Faranji, "Angin, bawalah mereka!"

9. Melipat waktu

10. Membentangkan waktu
Dua macam karamah di atas sulit dipahami, dan lebih baik kita menyerahkan pemahamannya kepada para ulama. Hikayat-hikayat tentang keduanya cukup banyak.

11. Terkabulnya doa
Karamah macam ini sering terjadi dan kita juga sering menyaksikannya.

12. Mengendalikan lisan ketika berkata dan fasih bicaranya.

13. Memikat hati dalam majlis hingga mempengaruhi akhir keputusan yang diambil

14. Memberitahukan dan menyingkap hal-hal gaib. Karamah ini merupakan tingkatan yang melampaui batas pengetahuan kita

15. Sabar atas ketiadaan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama

16. Mengendalikan perubahan musim
Banyak orang menceritakan bahwa ada wali yang selalu diikuti hujan, diantaranya Syaikh 'Abdul'Abbas al-Syathir (dari kelompok ulama mutaakhirin) yang pernah menjual hujan dengan harga beberapa dirham. Banyak hikayat tentang karamah semacam ini, sehingga tidak ada alasan untuk mengingkarinya.

17. Mampu memperoleh banyak makanan

18. Terjaga dari memakan makanan haram

Diceritakan bahwa Al-Harits al-Muhasibi mampu mencium aroma panas makanan yang haram sehingga ia tidak jadi memakannya. Ada yang mengatakan tubuhnya bergerak-gerak jika menemukan makanan haram. Syaikh Abu 'Abbas al-Mursi juga mempunyai kemampuan serupa.

19. Melihat tempat yang jauh dari belakang h ijab
Sebagaimana diceritakan bahwa Syaikh Abu Ishaq al-Syirazi mampu melihat Ka'bah, padahal ia sedang berada di Baghdad.

20. Ditakuti
Orang yang menyaksikannya secara langsung bisa meninggal seperti sahabat Abu Yazid al-Busthami, atau menjadi tidak berkutik di hadapannya, atau mengaku bahwa ia menyembunyikan sesuatu darinya, dan lain-lain.

21. Allah mencegah kejahatan yang akan menimpa seorang wali dan mengubahnya menjadi kebaikan, seperti yang terjadi antara Imam Syafi'i dan Khalifah Harun al-Rasyid.

22. Menampakkan diri dalam bentuk yang berbeda-beda
Dalam istilah sufi disebut alam mitsal (dunia penyerupaan). Mereka menetapkannya sebagai dunia pertengahan antara dunia fisik dan dunia metafisik sehingga disebut alam mitsal, yakni dunia yang lebih lembut daripada dunia fisik dan lebih kasar daripada dunia metafisik. Ruh bisa mengambil bentuk dan menampakkan diri dalam bentuk yang bermacam-macam di alam mitsal lalu menyerupai manusia, berdasarkan firman Allah, Maka ia (malaikat) menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna (QS Maryam [19]: 17). Diceritakan bahwa Qadhib al-Ban al-Musili, salah seorang Abdal, dituduh meninggalkan shalat oleh seseorang yang belum pernah melihatnya. Ia tiba-tiba mengubah dirinya menjadi beberapa bentuk lalu bertanya, "Dalam bentuk mana engkau melihatku tidak melakukan shalat?"
Banyak kisah mengenai karamah semacam ini. Salah satu kisah yang disepakati oleh para ulama Mutaakhirin adalah kisah tentang seorang sufi besar di Kairo yang berwudhu tidak secara berurutan di madrasah Suyufiyyah. Kemudian ada orang menegurnya, "Wahai Syaikh, wudhumu tidak berurutan." Syaikh itu lalu menjawab, "Saya selalu berwudhu dengan urut, kamu yang salah lihat." Ia lalu mengambil tangan orang itu dan memperlihatkan Ka'bah kepadanya.
Orang itu kemudian melewati Mekah dan melihat Syaikh itu ada di Mekah, dan ia tinggal di sana beberapa tahun.
23. Allah memperlihatkan isi bumi kepada mereka Sebagaimana dalam hikayat Abu Turab, ketika kakinya menjejak
bumi, tiba-tiba air memancar. Ibn al-Subki mengatakan, "Karamah ini terjadi sebagai berikut: Allah menciptakan air tidak pada tempatnya,

Jumaat, 24 Jun 2016

Kursus smart solat masjid Lohan 1

program smart solat secara talaqi. pelajari dan perbetulkan serta semak bacaan solat dan perlakuan solat. program ini akan dilaksanakan pada 3hb july bertempat d masjid Al Kauthar lohan. masa: jam 4 ptg , selepas solat asar. jgn lepaskan peluang utk semak semula solat anda secara bertalaqi. yuran RM30. sijil dan iftar d sediakan....

Kursus smart solat masjid Lohan 1

program smart solat secara talaqi. pelajari dan perbetulkan serta semak bacaan solat dan perlakuan solat. program ini akan dilaksanakan pada 3hb july bertempat d masjid Al Kauthar lohan. masa: jam 4 ptg , selepas solat asar. jgn lepaskan peluang utk semak semula solat anda secara bertalaqi. yuran RM30. sijil dan iftar d sediakan....

Selasa, 14 Jun 2016

Kenduri penyudah dan mula 40 hari pertama

Sebelum hadirnya ramadan Abjad Sabah berjaya melaksanakan kenduri kambing.

Sempena hadirnya ramadan tahun ini. juga Kesyukuran beberapa Ahli menyudahkan  rutin 40 hari pertama. Juga Sahabat yang lain yang akan memulakan rutin 40 hari pertama.

Saya sendiri telah lama berniat untuk buat kenduri kambing tapi belum ada kelapangan dan keluasan reziki.

InsyahAllah makbul lah hajat mereka- mereka itu seumpama makbul segala hajat sekelian mereka itu

Isnin, 13 Jun 2016

Bangsa melayu berfahaman ahlussunnah wal jamaah

*BANGSA MELAYU BERFAHAMAN AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH*-

Sumber dari alim-ulama silam Alam Melayu

Al-Marhum Tuan Guru Haji Abdullah bin Haji Ibrahim atau lebih dikenali dengan panggilan Haji Abdullah Fahim. Tokoh ini tidak perlu diperkenalkan lagi. Seorang ulama tersohor. Perhatikan apa yang beliau katakan.

*بسم الله الرحمن الرحيم. الحمدلله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه* .
*اما بعد*

Tuan-tuan sedia maklum, beratus-ratus tahun bahawa orang bangsa Melayu se Malaya ini dari peringkat ke bawah hingga peringkat ke atas, awam-awam, qadhi-qadhi, ulama-ulama, menteri-menteri, hingga raja-raja, sekalian mereka itu bermazhab dengan Mazhab al-Imam asy-Syafie ijma'an. Tiada seorangpun yang bermazhab lain daripada mazhab Syafie (يحرم خرق الاجماع).

Ambil mereka itu hukum-hukum feqah Syafie daripada kitab Tuhfah, dan kitab Nihayah hingga kitab al-Umm dan mukhtasharatnya dan terjemahnya kepada bahasa Melayu seperti Sabil al-Muhtadin, Bughyah al-Tullab, dan Matla’ al-Badrain dan lainnya. Usuluddin atas perjalanan Abi al-Hasan al-Asy'ari. Diambil dari syuruh dan hawasyi Umm al-Barahin, dan Jauharah dan sebagainya daripada kitab-kitab Melayu. Ilmu tasawuf atas perjalanan al-Imam al-Ghazali diambilkan daripada Minhaj al-Abidin, Ihya' Ulumiddin dan terjemahnya kepada bahasa Melayu, seperti Sair as-Salikin. Maka ini kitab-kitab dan seumpamanya, segala hukum dalamnya kesemuanya mengistinbat daripada al-Quran dan hadits yang dihalusi dan ditapis oleh ulama-ulama ajilla', diamal dengan dia sudah lebih daripada seribu tahun dan diterjemah kepada bahasa Melayu beratus-ratus tahun.'

[Dirumikan dari tulisan tangan Tuan Guru Hj Abdullah Fahim yang disiarkan di dalam buku Tokoh-tokoh Ulama’ Semenanjung Melayu (2); Terbitan Majlis Ugama Islam Dan Adat Istiadat Melayu Kelantan; Cetakan Tahun 1996; Halaman 39]

*Antara pesanan al-Marhum Tuan Guru lagi*:

“(Nasihat) supaya jangan berpecah belah oleh bangsa Melayu sendiri. Sekarang sudah ada timbul di Malaya mazhab Khawarij yakni mazhab yang keluar dari mazhab empat mazhab ahli al-Sunnah wal Jamaah [yang beliau maksudkan adalah *GOLONGAN KAUM MUDA @ WAHHABI*]
[1]. Maksud mereka itu hendak mengelirukan faham awam yang sebati dan hendak merobohkan pakatan bangsa Melayu yang sejati. Dan menyalahkan kebanyakan bangsa Melayu…….
hukum-hukum mereka itu diambil dari kitab Huda al-Rasul yang mukhasar daripada kitab Huda al-‘Ibad dikarang akan dia oleh Ibnu Qayyim al-Khariji, maka Ibnu al-Qayyim dan segala kitabnya ditolak oleh ulama' ahl as-Sunnah wa al-Jamaah

Tuan-tuan bangsa Melayu jangan tertipu daya hasutan mereka itu dikeluar hukum-hukum yang tiada terpakai dalam mazhab Syafie, dan fatwa mereka itu masalah yang buruk-buruk, sudah terdengar kepada awam, harapan bangsa Melayu jangan berpecah belah sesama bangsa sendiri ……

Bahkan pesanan beliau lebih keras lagi:

*“Siapa yang datang kepada kamu dan menyuruh kamu semua supaya taat kepada seorang lelaki tertentu tujuannya untuk memecahkan persatuan kamu dan menghancurkan kesatuan kamu, maka bunuhlah akan dia …….”*

*[Tokoh-tokoh Ulama’ Semenanjung Melayu (2); Terbitan Majlis Ugama Islam Dan Adat Istiadat Melayu Kelantan; Cetakan Tahun 1996; Halaman 37 dan 38]*

Notakaki:

Menurut Sayyid Muhammad Amin ibn Sayyid Umar ibn Sayyid ‘Abdul al-‘Aziz ibn Sayyid Ahmad ibn Sayyid ‘Abdurrahim ibn Sayyid Najmuddīn ibn Sayyid Muhammad Shalahuddīn atau lebih dikenali sebagai ‘ Imam Ibn ‘Abidin asy-Syami [wafat 1252H/1836M] menyebut didalam kitabnya Raddul Muhtar ‘ala ad-Durrul Mukhtar:

Bab: Berkenaan Pengikut-pengikut [Muhammad] Ibn Abdul Wahhab, Golongan Khawarij Dalam Zaman Kita.

…sepertimana yang berlaku pada masa kita ini pada pengikut [Muhammad] Ibn Abdul Wahhab yang keluar dari Najd dan menakluki al-Haramayn (Mekah dan Madinah) dan mereka bermazhab dengan mazhab al-Hanbali tetapi mereka ber’iktikad bahawa hanya mereka sahajalah orang Islam dan orang-orang yang bertentangan akidah dengan mereka adalah kaum Musyrik. Dengan ini mereka pun menghalalkan pembunuhan Ahli Sunnah dan pembunuhan ulama’-ulama’ mereka sehingga Allah SWT mematahkan kekuatan mereka dan memusnahkan negeri mereka dan askar Muslim berjaya menawan mereka pada tahun 1233 H.

[Terjemahan ini dan gambar kitab dan helaiannya berkenaan diambil dari blog al-ashairah]

Al-Marhum Tuan Guru Haji Muhammad bin Haji Wan Idris Bermin al-Fathani atau lebih dikenali dengan panggilan Tok Bermin (1290H/1873M - Khamis 29 Zulkaedah 1376H/27 Jun 1957M). Beliau merupakan shahabat kepada Tok Kenali dan Tok Kelaba. 

Di dalam sebuah manuskrip tulisan tangan Tok Bermin yang dimiliki oleh al-Marhum Tuan Guru Haji Wan Muhammad Shaghir, dimana didalam kitab tersebut Tok Bermin meriwayatkan peristiwa *kedatangan dua orang dari Minangkabau ke Legor menyebarkan ajaran Kaum Muda [Wahabi]*. Mukadimah tulisan Tok Bermin adalah sebagai berikut:

Dan adalah pada hari Sabtu, 26 Syawal, dan hari Isnin, 28 Syawal juga, pada tahun [atau] sanah 1347 [Hijrah], perhamba al-Haji Wan Muhammad Bermin, Jambu, periksa dan tanya akan ‘Abdullah dan Burhan orang Minangkabau. Yang keduanya [itu adalah] setengah daripada Kaum Muda [Wahabi] yang duduk berjalan menyesatkan orang-orang. Di dalam negeri Legor diperiksa di dalam Masjid al-Haji Mat, Kampung Baru. Dan di dalam Masjid al-Haji Mahmud di hadapan Imam Shiddiq, dan Penghulu Hamzah, dan al-Haji Mat sendiri dan al-Haji Mahmud, dan beberapa banyak daripada manusia.

*[Tarikh kejadian yang disebut oleh Tok Bermin iaitu 26 dan 28 Syawal 1347H itu adalah bersamaan dengan 6 dan 8 April 1929M*. Memperhatikan tarikh ini bererti masih dalam lingkungan tahun-tahun yang sama dengan pertentangan Kaum Tua dan Kaum Muda di Sumatera. Tok Bermin lahir pada tahun 1290H/1873M, bererti dia lebih tua sekitar enam tahun daripada *Syeikh Abdul Karim Amrullah, pelopor Kaum Muda di Minangkabau yang lahir pada 1296H/ 1879M*. Kemungkinan *Abdullah dan Burhan yang berasal dari Minangkabau yang disebut oleh Tok Bermin pada petikan di atas adalah termasuk murid Syeikh Abdul Karim Amrullah. Tidak dapat dinafikan bahawa Tok Bermin dan Syeikh Abdul Karim Amrullah telah kenal sejak di Mekah kerana kedua-duanya adalah belajar dengan para ulama Mekah yang sama.]*

Selanjutnya Tok Bermin menulis:

Maka telah nyata bahawasanya ‘Abdullah dan Burhan bukan daripada orang yang mengikut Imam Syafie. Bahkan bukan daripada mazhab yang empat. Dan keduanya bawa bercakap dengan kitab bagi Imam Syafie itu kerana menipu dan supaya menyangka orang yang mendengar akan kedua-duanya itu orang yang mengikut Syafie, padahal bukan Syafie.Dan jika tiada keduanya bawa bercakap-cakap dengan ‘Kitab Umm’ itu, nescaya tiada seorang pun mengikut akan keduanya daripada permulaan masuk Abdullah dan Burhan ke dalam negeri Legor.

Tulis Tok Bermin selanjutnya:

Dan sebab keluar keduanya dari mazhab itu, kerana menafi oleh keduanya akan ijmak dan qiyas. Dan keduanya ikut nas al-Quran dan hadits sahaja. Dan padahal ijmak dan qias itu, keduanya adalah setengah daripada dalil-dalil yang buat menghukum ‘ulama’ dengan dia.

Tok Bermin membahaskan perkara tersebut dengan panjang lebar dan mendalam menggunakan hujah-hujah yang mantap ditinjau daripada pelbagai ilmu sebagaimana yang digunakan oleh jumhur ulama. Oleh sebab Tok Bermin memang pakar dalam banyak bidang ilmu, terutama ilmu alat, iaitu nahu dan sharaf. Abdullah dan Burhan kurang mengetahui tentang kedua-dua ilmu itu terpaksa diam saja.

[Tulisan ini adalah merupakan petikan dari tulisan al-Marhum Tuan Guru Haji Wan Muhammad Shaghir Wan Abdullah didalam akhbar Utusan Malaysia, ruangan Ulama Nusantara, Tok Bermin al-Fathani. Semoga Allah melimpahkan rahmatNYA kepada kedua orang ulama' ini.]

Jelas Tok Burmin menolak fahaman kaum muda atau Wahabi ini. Jika kita terima ajaran Wahhabi, maknanya kita tolak fatwa ulama-ulama kita yang dahulu-dahulu yang terkenal dengan ke’aliman dan ketaqwaannya.

Haji Abu Bakar bin Haji Hasan al-Muari bin Haji Ahmad bin Anggak bin Datuk Sijo Bukit Moh, Muar Bandar Maharani, Johor. Beliau dilahirkan pada tahun 1292 Hijrah/1875 Masihi, dan meninggal pada tahun 1357 Hijrah/1938 Masihi. Selama 34 tahun beliau berada di Mekah untuk menuntut ilmu, iaitu ketika usianya enam tahun (1881M/1299H.) dan pulang ke tanah air pada tahun 1915 Masihi.

Antara guru-guru beliau di Mekah ialah Syeikh Ahmad bin Muhammad Yunus Lingga. [kepada ulama ini, beliau mendalami kitab hadits Bukhari], Syeikh Abdullah bin Qasim as-Sanquri, iaitu ulama yang berasal dari dunia Melayu yang menjadi ketua qiraat tujuh di Hijaz pada zaman itu. Syeikh Muhammad Nur al-Fathani [mendalami ilmu falak], Syeikh Muhammad Mukhtar bin Atharid Bogor dan Syeikh Umar bin Abdur Rasyid as-Sumbawi.

Dalam mempertahankan kaum tua [yang berpegang kepada ‘asya’irah dalami ilmu tauhid dan bermazhab Syafie dalam fiqih] Haji Abu Bakar Qadhi mengarang beberapa risalah menolak pendapat *Hasan Bandung dan Shaikh Thahir Jalaluddin, yang merupakan ulama kaum muda dan sebuah karya di dalam bahasa Arab untuk menolak beberapa pendapat Sayid Rasyid Ridha, ulama Mesir yang merupakan, tokoh reformis yang sangat terkenal. Antara kitabnya itu bertajuk Taman Persuraian Membatalkan Perkataan asy-Syaikh MuhammadThahir Jalaluddin al-Minankabawi …, Mustika ‘Ajaaib Pada Menyatakan Hukum dan Kelebihan Membaca Maulid Nabi Kita صلى الله عليه وسلم, Cogan Perikatan Pada Menyatakan Sunat Berlafadz Usolli, Taufan Yang Memalui Atas Huraian Haji Thahir Al-Minankabawi dan lain-lain*.

Tuan Guru Haji Abdul Qadir Sekam atau Ayah Dir Sekam atau nama penuhnya ialah Syaikh 'Abdul Qadir bin Haji Wangah bin 'Abdul Lathif bin Utsman. Tokoh mutakhir Fathani Darussalam [sehingga penghujung abad 20] yang paling banyak menulis. Lahir pada 1340H/1921M di Kampung Sekam. Di dalam kitab beliau Irsyadul Jawiyyin ila Sabilil Ulama-il ‘Amilin mengandungi bahasan mengenai kesesatan dan kesilapan Wahhabi dan Muhammad Abdul Wahab.

Tuan Guru Syaikh Abdul Qadir bin Abdul Muthalib al-Indonisi al-Mandili. Seorang ulama yang terkenal mengajar di Masjidil Haram di Mekah. Merupakan mahaguru ulama seNusantara disekitar tahun 50an.

Beliau menulis beberapa kitab untuk menolak fahaman kaum Muda [Wahabi] antaranya kitab bertajuk Sinar Matahari Buat Penyuluh Kesilapan Abu Bakar al-‘Asy’ari [pelopor fahaman kaum muda @ wahabi di negeri Perlis Indera Kayangan]. Kitab tersebut ditulis di Makkah al-Mukarramah dan selesai penulisannya pada hari Sabtu 4 Syawal 1378H.

Sebuah lagi kitab yang beliau tulis, bertajuk al-Mazhab atau Tiada Haram Bermazhab. Kitab ini beliau tulis untuk memenuhi permintaan Tuan Guru Haji Hasan Ahmad al-Fathani bagi menjawab sebuah kitab tulisan seorang pemuka kaum muda @ Wahabi bernama Hasan Ahmad Bandung bertajuk al-Mazhab, Wajibkan atau Haramkah Bermazhab? Selain itu beliau juga mentahqiqkan kitab karangan murid beliau, Ismail bin Ahmad bin Muhammad Salleh at-Fathani al-Langgoori bertajuk Minhaaj al-Saalimin fi Thoriqah al-Mutaqaddimin Maka jelas menunjukkan beliau menolak akan fahaman Wahabi yang mengeliru dan menyesatkan itu.

Jelas bahawa ulama-ulama diatas menolak fahaman/ajaran yang dibawa oleh kaum muda atau Wahabi. Jika kita terima ajaran Wahhabi, maknanya kita tolak fatwa ulama-ulama kita yang dahulu-dahulu yang terkenal dengan ke’aliman dan ketaqwaannya.

Syaikh Ahmad Khatib bin Abdul Lathif bin Abdullah al-Minankabawi lahir pada hari Isnin, 6 Zulhijjah 1276H/26 Jun 1860M di Sumatera dan pada wafat 9 Jumadilawwal 1334H/13 Mac 1916M di Mekah. Salah seorang ulama melayu yang telah mengangkat martabat ulama melayu kerana beliau pernah menjadi imam dan khatib dalam Mazhab Syafie di Masjidilharam Mekah. Antara guru-guru beliau adalah Sayid Bakri Syatha, Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki. Antara muridnya pula adalah Syaikh Hasan Ma’sum dan Syaikh Abdul Karim Amrullah [ayahanda kepada Buya HAMKA]. Seketika berlaku polemik diantara kedua murid beliau iaitu Syaikh Hassan Ma’sum yang beraliran ‘kaum tua’ dan Syaikh Abdul Karim Amrullah [ dikenali juga dengan Haji Rasul Amrullah, wafat 2 Jun 1945 - gambar sebelah] yang beraliran ‘kaum muda’, Syaikh Ahmad Khatib telah menyebelahi muridnya Syaikh Hassan Ma’sum dan dengan tegas menulis Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim dan Wahabiyah yang diikuti oleh anak murid beliau [Syaikh Abdul Karim Amrullah] adalah sesat. Menurut Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, golongan tersebut sesat kerana keluar daripada fahaman Ahl as-Sunnah wa al-Jamaah dan menyalahi pegangan mazhab yang empat. Antara tulisannya ialah al-Khiththah al-Mardhiyah fi Raddi fi Syubhati man qala Bid’ah at-Talaffuzh bian-Niyah, Nur al-Syam’at fi Ahkam al-Jum’ah dan lain-lain.

Diantara nasihatnya: “Maka betapakah akan batal dengan fikiran orang yang muqallid yang semata-mata dengan faham yang salah dengan taqlid kepada Ibnu al-Qaiyim yang tiada terpakai qaulnya pada Mazhab Syafie.

"Maka wajiblah atas orang yang hendak selamat pada agamanya bahawa ia berpegang dengan segala hukum yang telah tetap pada mazhab kita. Dan janganlah ia membenarkan akan yang menyalahi demikian itu daripada fatwa yang palsu.”

Datuk Saiyid Alwi bin Thahir al-Haddad lahir di Bandar Qaidun, Hadhramaut, Yaman pada 14 Syawal 1301H/7 Ogos 1884M dan beliau wafat pada pada 17 Jumadilakhir 1382H bersamaan14 November 1962M. Dilantik menjadi Mufti Johor sebanyak dua kali iaitu pada tahun 1934 – 1941 dan 1947 - 1961.

Antara guru-guru beliau ialah Habib Ahmad bin al-Hasan al-Attas, Habib Thahir bin Umar al-Haddad, Habib Muhammad bin Thahir al-Haddad, Habib Abdullah bin Thaha al-Haddad, Habib Thahir bin Abi Bakri al-Haddad dan al-Mu'ammar Sirajuddin Umar bin Utsman bin Muhammad Ba Utsman al-Amudi ash-Shiddiqi al-Bakari.

Saiyid Alwi al-Haddad ialah seorang ulama yang berpendirian keras dan tegas mempertahankan hukum syarak menurut aliran ‘kaum tua’. Beliau sangat menyanggah pendapat dan pegangan Syaikh Ahmad bin Muhammad as-Surkati dan yang lebih keras dibantahnya ialah A. Hassan bin Ahmad Bandung, bahkan Saiyid Alwi al-Haddad yang mengharamkan karya-karya A. Hassan Bandung di Johor demi untuk membendung menularnya fahaman kaum muda @ wahabi. [Syaikh Ahmad bin Muhammad as-Surkati dan A. Hassan Bandung – wafat pada 10 November 1958 - adalah merupakan ulama ‘kaum muda’]

Didalam Fatwa Mufti Kerajaan Johor yang telah difatwakan oleh Allahyarham al-‘Allamah Dato’ Sayyid Alwi bin Thahir al-Haddad, Mufti Kerajaan Johor 1936 – 1961M = 1356 – 1381H, dikumpul dan diterbitkan oleh Bahagian Penerbitan Jabatan Agama Johor, halaman 397 – 399:

*PERKARA: MENGENAL KAUM MUDA –WAHHABI-DAN MUSUH-MUSUH ISLAM*.

Soalan: Bagaimanakah dapat kenal atau ketahui alamat-alamat kaum muda (wahhabi) itu? Adakah kaum muda itu terjumlah dalam golongan Islam?

Jawab: Jawab Soalan Pertama:Yang dikatakan Kaum Muda (Wahhabi) pada pertuturan orang-orang zaman ini (zaman beliau) ialah suatu kumpulan orang-orang yang tiada mengerti dan faham tentang Islam, mereka bersungguh-sungguh hendak menghampir dan menyatukan agama Islam kepada agama lain. Apa jua perkara yang terbit daripada agama Kristian atau Majusi, mana yang dipandang mereka molek dan elok pada zhohirnya berkehendaklah mereka memalingkan hukum-hukum Islam kepadanya seperti berkata setengah mereka itu (wahhabi): Babi itu suatu binatang yang suci, dan berkata setengah yang lain pula; Tiada sah ruju’ dengan tiada redha perempuan, dan berkata yang lain pula; Nabi Allah ‘Isa عليه السلام berbapa seperti perkataan orang-orang Yahudi.”

Setengah dari alamat (ciri-ciri) mereka itu (wahhabi):

Mereka marahkan Imam-Imam Mazhab yang empat dan ulama’ fiqh, mereka mengaku mengetahui al-Quran dan al-Hadits Nabawi.
Mereka membangkang ijma’, menyebarkan masalah khilaf di antara umat-umat Islam supaya menambah porak peranda umat-umat Islam sebagai mana disukai oleh seteru-seteru Islam.

Apabila mereka melihat orang-orang Islam tiada menyentuh al-Quran melainkan kemudian daripada mengambil air sembahyang, mereka (wahhabi) berkata; Harus menyentuh al-Quran dengan tiada air sembahyang.

Apabila mereka melihat orang Islam tiada membaca al-Quran melainkan kemudian daripada bersuci daripada hadats besar, mereka (wahhabi) berkata; Harus membaca al-Quran kalau ada hadats besar sekalipun.

Apabila mereka melihat orang-orang Islam menjauhkan diri daripada najis seperti arak dan babi, mereka berkata ; Kedua-dua perkara itu suci. Mereka mencita-cita (bercita-cita) supaya orang Islam menjadi seperti orang Majusi. Mereka berlumur dengan lemak babi dan mencurahkan arak kepada bajunya kemudian sembahyang.

Setengah mereka itu sepanjang hari memain (bermain) kemaluannya atau menyentuh kemaluan isterinya beberapa kali kemudian boleh dia sembahyang (‘la za’mihim) dengan tiada mengambil air sembahyang.

Lagi demikian jua kalau ia membuat rantai leher daripada daging babi atau memakai kulit babi yang basah kemudian pergi sembahyang, nescaya sah sembahyang disisi mereka.

Kalau mereka bergelumbang dalam reban ayam atau kandang kambing atau lembu dan jadi baunya sebusuk-busuk manusia, kemudian ia sembahyang sah juga sembahyang disisi mereka.

Dan setengah dari ‘alamat mereka itu (wahhabi), mereka bersungguh mengamat-amati dan mengambil susah dalam perkara yang kecil-kecil seperti talqin, tahlil dan seumpamanya dan tiada menghiraukan perkara-perkara yang besar-besar seperti dosa-dosa besar yang telah membiak setengah daripadanya berzina, riba, was-was sangka pada Allah dan mengajar kanak-kanak Islam agama yang bukan Agama Islam. Perkara ini semua tiada disebut (dititik beratkan oleh wahhabi)dan tiada dihiraukannya.

Dan setengah daripada ‘alamat mereka itu, mereka berseteru dan merekakan masalah-masalah fiqh yang tiada padanya khilaf, barangsiapa menyalahi akan mereka itu pada satu daripada masalah-masalah fiqah seperti suatu hukum daripada hukum-hukum sembahyang atau sujud sahwi atau tayammum atau sunnah talqin, nescaya mereka jadikan orang itu seteru, terus diingkarkannya.

Semuanya ini ialah adat orang-orang khawarij (orang-orang yang benci akan Sayyidina ‘Ali karramahu wajhah) dan ‘adat ahlul bid’ah yang menyalahi puak-puak Islam kerana sahabat-sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم, al-Tabi’in, mereka yang kemudian daripada Imam-imam mazhab yang empat dan sekalian ‘ulama’ mazhab, mereka bersalah-salahan (berselisihan pendapat) pada beberapa masalah dalam masalah fiqah (furu’ fiqhiyyah) tetapi mereka tiada berseteru diantara setengah dengan setengahnya dengan sebab bersalah-salahan ambilnya itu kerana bukannya bersalahan itu pada usul (asal masalah) bahkan pada furu’ (cawangan-cawangan) sahaja. …….

Syaikh Hasan Ma’shum Mufti Kerajaan Deli yang nama lengkapnya ialah Hasanuddin bin Muhammad Ma’shum bin Abi Bakar ad-Dali (Deli). Namun lebih dikenali dengan Syaikh Hasan Ma’shum. Asal keturunan dari Acheh kemudian berpindah ke Deli. Lahir di Labuhan Deli, Sumatera Utara pada tahun 1300H/1882M dan wafat di Medan pada 24 Syawal 1355H/7 Januari 1937M. Ayah dan datuknya juga merupakan ulama. Seorang pembela kamu tua ketika berlaku pertembungan pendapat antara kaum tua dan kaum muda. Antara kitab yang beliau tulis untuk menyanggah pendapat kaum muda adalah Al-Quthufat as-Saniyah fi Raddi Ba’dhi Kalam al-Fawaid al-‘Aliyah [kitab ini mendapat pujian dari gurunya Syeikh Ahmad Khatib Minangkabau dan Syeikh Abdul Qadir Shabir al-Mandaili], Beberapa Masail [untuk menangkis 19 perkara yang dilemparkan oleh Kaum Muda @ Wahabi yang dianggap bidaah oleh mereka iaitu antaranya tentang melafazkan ‘Usalli’, membaca talkin, mengaji (membaca al-Quran) di kubur,berdiri ketika marhaban, mempercayai ulama, lafaz ‘Saidina’ dalam shalawat, qadha sembahyang, mengangkat tangan ketika qunut, ziarah makam Nabi صلى الله عليه وسلم , membaca al-Quran untuk orang mati, fidyah sembahyang, ziarah kubur dan lain-lain lagi. Kitab ini dicetak pada tahun 1929 (cetakan kedua)]

Jelas bahawa ulama-ulama diatas menolak fahaman/ajaran yang dibawa oleh kaum muda atau Wahabi. Jika kita terima ajaran Wahhabi, maknanya kita tolak fatwa ulama-ulama kita yang dahulu-dahulu yang terkenal mereka itu dengan ke’aliman dalam pelbagai cabang ilmu, kewarakan dan ketaqwaannya.

Kata al-Marhum Tuan Guru Syaikh Wan Muhammad Shaghir bin Wan Abdullah:

“Ada orang jadi masyhur namanya kerana mempertahankan sesuatu pegangan yang diamalkan oleh orang ramai. Tidak dinafikan juga bahawa seseorang jadi masyhur kerana membantah amalan orang lain. Seseorang yang mempertahankan pegangan, sama ada yang betul ataupun yang salah, ada yang terikat dengan adab-adab yang tertentu, tetapi tidak sedikit yang tiada beradab. - Walau bagaimana hebat pun seseorang memperoleh kemasyhuran sanjungan manusia, tetapi jika pemikiran, pekerjaan dan perbuatannya tiada diredhai Allah, dia bukanlah seorang yang bijak. Hakikatnya dialah orang yang paling bodoh”
Alhadith Nabi S.A.W.

Dalam riwayat lain disebutkan dengan hadis, “Akan muncul di akhir zaman nanti, suatu kaum yang terdiri daripada orang muda yang masih mentah fikirannya (dangkal pemahaman agamanya). Mereka banyak mengucapkan perkataan Khairil Bariyah (hadis-hadis Rasulullah s.a.w.) tetapi iman mereka masih lemah. Pada hakikatnya, mereka telah keluar daripada agama seperti anak panah yang terlepas daripada busurnya. Di mana saja kalian dapat menemuinya, maka hapuskanlah mereka itu. Barang siapa yang dapat menghapuskan mereka, kelak akan mendapat pahala di hari kiamat.” (Sahih Muslim, Imam Muslim (2467))

Baginda juga bersabda, “Kelak pada akhir zaman akan muncul suatu kaum, mereka membaca al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkong. Mereka memecah belahkan persatuan umat Islam sehingga banyak di antara orang Islam yang keluar daripada Islam (murtad) seperti keluarnya anak panah daripada busurnya. Mereka akan terus muncul dan yang terakhir keluar di antara mereka akan bersekutu dengan Dajjal (menjadi tentera Dajjal menghancurkan Islam). Jika kalian berjumpa dengan mereka, maka perangilah kerana mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah di muka bumi ini.” (Al-Musnad, Imam Ahmad bin Hambal (19783))

*Wallahu 'alam bissawab*

Sabtu, 11 Jun 2016

Melatih Anak solat berjamaah sebelum di bawah ke masjid

Terbaca viral anak-anak dihalau ke saf belakang teringat juga saya larangan membawa anak solat berjamaah di masjid.

Mengimbau kenangan lama semasa sedang mengaji pondok di peneng. Kebetulan tahun ini Ramadan berlangsung pada cuti pertengah penggal persekolahan.

Cuti persekolah biasanya kami keluar mencari kerja sementar. Tapi bila dah ada kawan-kawan yang sanggup ambil upah bertukang membaiki atau menambah saiz rumah.

Saya tidak ingat sudah nama tempat dan lokasi yang kami datangi untuk bertukang rumah. Tapi kawasan tersebut berada di pulau pinang menghadap laut. Dan bila bayu laut melanda saya akan turun ke luar rumah kerana takut rumah tersebut terangkat dibawa angin almaklum lah fesyen rumah disana rata-rata tiang tidak tertanam hanya bertengek diatas tiang semen separuh.

Seingat saya seminggu lebih kami duduk dalam rumah tersebut menunggu tuannya datang membawa dan menghantar perkakas peralatan rumah tersebut. Jadi kerja kami makan tidur je ler..

Rasanya bangunan rumah tersebut duduk dalam kawasan masjid. Sempatlah kami solat jumaat dan berjamaah bertarawih di situ.

Satu Hal yang menarik minat saya yang berlaku ketika solat jumaat ialah bila saya terpandang seorang lelaki datang dan solat tahiatul masjid hal dalam keadaan mengendong baby kecil. SubahanAllah dalam hati saya bercakap kuat sungguh bangsa lelaki ini mengangkat anaknya sambil menunaikan solat.

Bila sudah ada anak kecil sendiri saya cubalah berlatih untuk mengikut perbuatan lelaki tersebut. Mudah dan ringkas pula keadaanya sebenarnya. Cuma untuk menyediakan baby kecil dalam keadaan tidak berhadas memang sesuatu yang tidak mudah walaupun di rumah sendiri. Apa kan lagi di masjid yang peralatan kita mungkin tidak terbawa.

Untuk memastikan pakaian sendiri suci sudah satu hal. Memastikan baby kecil tidak menanggung hadas perkara kedua memang perlu rajin dan cermat kalau tidak. sia-sialah kerja solat kerana menanggung anak kecil yang berhadas.

Jadi kalau bawa anak berjamaah ke masjid sebaiknya ibubapa berlatih membawa awal sedari bayi lagi. Agar sentiasa beringat tentang anak yang mungkin menanggung hadas kecil. Supaya tidak menjejaskan jamaah lain.

Kalau kata RasulAllah bawa anak berjamaah ke Masjid memang macam tidak sesuai ceritanya. Sebab memang pun masjid itu adalah rumah kediaman RasulAllah sendiri.

Cuma harus diingat masjid adalah larangan bagi mereka yang berhadas besar. Jadi kebersihan dan kesucian cucu RasulAllah yang sedang bermain dirumah, diruang solat seterusnya menganggu perbuatan solat RasulAllah adalah terjamin kesuciannya. Tidak lah terbiar seperti anak-anak kita.

Memisahkan kanak-kanak dari jamaah dewasa adalah satu persediaan penting.

Kalau saya apakah tidak ada rasa bersalah bila sang anak menyebabkan seorang jamaah dewasa batal solatnya kerana bersentuhan dengan anak yang sedang menanggung hadas kecil.

Anak-anak memang bukan Najis. Macam juga ibu-ibu yang sedang Haid mereka bukan Najis. Cuma keadaan mereka berkemungkinan sama kerana sedang menanggung Hadas yang akan menganggu sah atau batal perlakuan ibadat

Isnin, 30 Mei 2016

Butia @ Mutiara Ikan Sungai

Tadi masa bawa keluarga ziarah mentua. Menyinggah kami di rumah nenek orang rumah saya.

Kebetulan Ibu orang rumah saya ada sana mengurus orang tuanya lelaki yang di khabarkan di jumpai orang pengsan dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Kesempatan ini saya mencuri melawat tapak rumah sepupuh orang rumah saya. Rupanya sudah mula dalam pembinaan.

Orang tua mentua perempuan saya sedang tidak ada dirumah kerana telah dibawah balik kerumah oleh adik perempuanya.

Dikesempatan ini mentua saya menceritakan sungguh pun orang  tuanya tidak larat dan sakit tapi masih mengenangkan Butia atau mutiara yang disimpanya dan disoroknya di kebunnya.

Dua tiga hari terbaring akhirnya Bapa  kepada mentua saya meminta pertolongan emak mentua saya untuk mengambil barangnya yang berharga yang ada disimpan  di kebun.

Dengan pesanan bapa tirinya emak mentua saya pun mengambil benda tersebut. Bila telah dibawa pulang kerumahnya Anak-anak dan cucu adik mentua saya menilai dan bertukar meragakan benda tersebut.

mujurlah atok mereka ini telah dibawa balik berihat dirumah adik emak mertua saya. Jadi senanglah mengambil dan melihat benda tersebut.

Tak sangka pula emak mentua saya sudi membawa benda tersebut untuk saya melihat dan menilainya.

Terjerit saya masa mula memegangnya. Orang rumah saya pun agak hairan kenapa saya terjerit.. Saya ingatkan benda itu lembut seperti obor-obor seperti ibu mut-mut yang pernah ssya bawa dari peneng.

Selama ini saya ingatkan Dragon Ball itu cerita bikinan semata-mata. Kini saya sedang bermain dengan sebiji fish Ball saiz ukuran besar lontar peluru ketogori C.

Bapa mentua saya cerita ada orang tawarkan bapa mentuanya itu untuk membeli RM3k tapi Bapa mentuanya hendakan pada harga Rm1juta.

Mungkin Bapa tiri emak mentua saya telah memuja batu tersebut supaya dapat digunakan untuk sesuatu upacara. 

Selama mungkin dalam lebih sepuluh tahun memiliki benda tersebut Bapa tiri emak mertua saya tidak dapat petunjuk apa-apa. Bercerai dengan bini adalah.

Saya pula berharaf dapat mewarisi benda ini secara beradab tapi untuk apa? 

Jumaat, 20 Mei 2016

Mutalaah Sabilul Muhtadin merujuk bab Solat

Balik dari Kursus Smat Solat kelolaan Prof madya Dr Hasnan Kasan saya mutalaah balik kitab Feqah Sabilul muhtadin mudah rujuk sebab saya mengaji talaqi kitab ini dari kulit ke kulit bukan cedok punya ini berlaku 26 tahun yang lalu. kitab masih utuh cuma pandangan mata yang mula menipu 

Selasa, 17 Mei 2016

Manisnya mengaji pondok

MANISNYA DI PONDOK.

Mereka yang tidak pernah belajar pondok sudah tentu tidak dapat merasainya.

Aliran pondok kekdahnya belajar dari kulit ke kulit. Satu demi satu, merangkak2, teliti, cermat dari nama2 kitab hinggalah kesudahan.

Mereka menadah dengan penuh sabar, mendobit satu demi satu butiran penting.

Zahirnya nampak serba kekurangan sebab belajar di atas tanah seolah tidak ada tempat yang lain lebih selesa tetapi itulah realiti suasana di pondok, kurang pada zahir tetapi batinnya melimpah ruah dengan mahabbah antara pelajar dan guru dan permulaan kepada kerinduan.

Benteng akidah menerusi ilmu ahli sunnah wjamah hanya terdapat di pondok melalui kitab turath tinggalan ulamak yang masih suci tidak diresapi ideologi penjajah, tatkala institusi pengajian agama yang lain sudah bercampur aduk tanpa mengira jantina dan lubuk pelbagai fahaman yang berpunca dari pembawaan guru2 yang diterima mengajar berfahaman mujassimah, musyabbihah dan lain2.

Alhamdulillah pelajar pondok dapat belajar kitab2 turath secara bersanad menerusi guru2 aliran pondok dalam apa jua subjek ilmu, bukan celup2, tebuk sana sini atau semata2 kerana peperiksaan.

Kesan dari tradisi yang dipertahankan, maka tidak hairanlah mereka yang bukan aliran pondok sukar memahami dan mengajar teks kitab turath pondok samada jawi atau arab kerana perbezaan fikrah, aliran dan asuhan.

Pendokong pondok sejati tidak menerima dasar pengajian yang lain kerana ada antara mereka sudah merasai perbezaan ketara sebelum memasuki pondok di institusi lain.

Tok Fakir mengkajinya selumat-lumat mungkin agar dapat difahami ilmu yang diterima dengan baik dan diamalkan dengan tepat.

Tanggungjawab umat Islam seterusnya memelihara tradisi ini supaya Islam itu dikenal dgn penuh tanggungjawab.

Usah memperlekehkan guru pondok dan pelajar pondok menerusi apa jua media kerana Allah Amat Memelihara dan Maha Penyayang kepada hambaNya yang ikhlas memperjuangkan agama tanpa mengenakan bayaran.

Kerana kesucian dan siqoh ilmu di pondok, berapa ramai yang datang celup ilmu di pondok, sekurangnya setahun kemudian menjaja kepada awam kononnya beliau aliran pondok. Walhal tempoh setahun nama2 kitab pon masih tak ingat.

Yang menyedihkan dan patut diberi perhatian ialah mutakhir ini ramai menggunakan nama pusat pengajian yang mereka dirikan, sekolah arab atau tahfiz dengan nama PONDOK supaya mudah meraih simpati awam ketika mencari dana walhal hakikatnya bukan PONDOK yang mereka dirikan.

Di pondok, pelajar bukan sekadar belajar kitab turath tetapi melalui proses peningkatan faham dan amal dari tuan guru.

Mereka Khidmat, Mereka Taat, Mereka Hormat.

Tiga prinsip ini ditekankan supaya mereka mudah mendepani masyarakat ketika mana upahan menjadi pertaruhan di abad ini, mereka di asuh mendidik masyarakat mentaati Allah dan Rasul, saling menghormati, bersedia berkhidmat tanpa mengharapkan imbuhan.

DARI ALLAH KEPADA ALLAH.
Sekian.

#aku_bdk_pondok
#penghias_agama

Ahad, 8 Mei 2016

Perlakuan solat dan bacaan dalam solat yang betul

Kelmarin saya hadir kursus praktikal solat yang dikelolakan oleh Prof madya Dr Hasnan Kasan.
Malamnya saya sudah terniat nak hadir sampai tengahari kemudian balik rumah

Santai sangat peserta duduk di lantai dengan penyampaian prof yang bersahaja maka merialah majlis ilmu ini.

Pada sangkaan saya perlakuan solat saya antara yang tersusun dan sah sumbernya. Tapi saya menerima hakikat perlakuan solat saya ini saya timba lebih 20 tahun lalu kalau umur anak memang nak menimang cahaya mata hendaknya.

Saya akui hakikatnya lama masa berlalu dan tidak pernah diminta semak tatakelola perlakuan solat saya ini. Maka akhirnya oleh kerana alah bisa tagal biasa maka adalah dalan perbuatan perlakuan solat saya itu mula tergelincir.

Alhamdulillah.. Saya tidak sabar-sabar untuk berkongsi pendapatan dalam kursus praktikal solat ini insyah Allah pada kelapangan saya cuba up olah sedikit demi sedikit dalam penulisan ini.

saya masih tercari-cari di alam maya kitab rujukan Prof tersebut.  sebab ketika Prof slaid macam saya pun dapat ikut membaca tulisan Arab yang tidak berbaris itu.

yang kami guna untuk sembang-sembang ini buku dibawah.

Saya Beli RM 20.00 patutnya RM 22.00 sabah sarawak. tak teringat minta tanda tangan macam kawan-kawan lain

Rabu, 4 Mei 2016

Guna Kaedah Baqdadi Atau Nak guna Iqra'.




















Ada kawan saya cakap kaedah iqra ini bawa masalah kepada penguasaan celik jawi budak sekolah.  jadi lama dah ada niat nak buat nota ini tapi masa yang sesuai untuk draf tak kunjung tiba. keupayaan masa terluang saya hanya ada pada time free bekerja jadi takut pula dipanggil makan gaji buta.

jadi semalam semasa menonton majlis tilawah antarabngsa kali kebarapa tidak ingat.. cuma  peserta yang memperdegarkan bacaan bukan dari kalangan negara yang mengutamakan penekenan bacaan bertaranum.. cuma kalau mereka tandingan saya.. kompom mereka meneng la. saya lagilah tidak faham itu tingkatan Taranum.

 malam in kebetulan anak-anak yang sedang selesma awal tertidur. kami  suami isteri dapatlah bercerita hal  pengalaman mengajar. saya masuk Guru Sandaran Agama tahun 1996 terus pula hadir kursus peringkat Daerah korikulam untuk pendidikan islam tahun 2 barangkalai kalau tidak silap. 

Bila Tuan penyelia  Tanya siapa mengajar guna Kaedah buku bagdadi? dan siapa Guna buku Kaedah
Iqra'.?   jadi kalau bukan guna buku bagdadi atau buku Iqra kamu pakai buku Apa? Tuan PPD bahagian Pantai barat utara (nama gabungan Daerah zaman lama2)   perasan saya tidak angkat tangan. mana mana soalan. tapi saya tetap pura-pura mengaris buku kehadiran Kursus. kebetulan buku tu melintas dihadapan saya.

Saya tidak ingat sudah apa yang berlaku selapas itu. jujurnya saya tidak faham apa itu bagdadi dan Apa itu Iqra. saya pandai baca Al-quran dengan kaedah sendiri saya .  sempat hadir Kursus cara mengajar dan menulis rancanga pengajaran harian dan seumpamanya pada tahun-tahun berikutnya dan tahun berikutnya hinggalah saya ditamatkan perkidmatan separuh dari Kontrak yang ditawarkan. pada tahun tersebut.  

semasa ketiadaan pekerjaan ini saya cuba pula berjinak-jinak untuk buka kelas Al-quran guna kaedah Iqra inilah.  malangnya kelas tidak berjaya bertahan lama. b

bertahun menganggur saya dapat syor seorang sahabat untuk ke labuan kerana katanya ada kawan disana yang boleh menolong. Alhamdulillah dapat walau incom tidalah seberapa. Alhamdulillah sebagai Guru mengajar Kelas Kafa saya berkesempatan untuk berkursus cara pengunaan Buku Iqra. dalam kelas kafa

Alhamdulillah sebelum ditamatkan kelas kafa saya ini. saya berkesempatan menerima dan membimbing seorang murid yang sangat-sangat  berbakat. Kerana semasa umur tadikaNya  saya katamkan dia membaca buku Iqra dalam tempoh kurang dari enam bulan. dan Qatam Quran 30 Juz bersama atau mengikut bacaan saya tiga tahun kemudian hanya dalam Kelas Kafa.

Mengenai kaedah bagdadi pula. bila  umur makin meningkat dan pergaulan dan perbincangan saya dengan rakan-rakan. saya terkenang kembali Zaman kanak-kanak bahawa saya pernah dibawa oleh ibu saya ke kelas Dewasanya Rupanya Alunan Nyanyian semasa menyebut huruf hijaiyah itu adalah kaedah belajar buku mukadam al baqdadi. sampai sekarang saya belum berjumpa pengajar yang mahir mengajar seumpama itu dalam kaedah Al-Baqdadi ini..







Sabtu, 2 April 2016

JB14 Rawat dan Rumah Tamu

Telah bermula sejak sebelum gempa. Tak tau bila nak siap. tapi awal-awal sudah fikir-fikirkan menampa Nama yang sesui dan mudah di ingati dan mudah meniti di bibir pendengar
26 tahun lalu sebelum ada tangungan dan tanggungjawab saya rela diusung sana sini. Merawat, mengurut, mengajar silat dan pernah wujudkan kelas Al-Quran dewasa dan kanak-kanak. Pernah juga adakan kelas bacaan kitab kuning.
Kerja ini keluar belanja sendiri adalah. Jauh sekali untuk menjana pendapatan. Akhirnya semuanya luput dimamah masa. Saya tidak menghentikannya tapi luput oleh masa.
Seingat saya kelas Al Quran dewasa individu dirumah ada pernah saya tinggalkan kerana masalah adab. Kesian jugalah tapi masa itu adalah masa darah muda.
Ada juga yang bertanya kenapa tidak merawat & mengurut sekarang?  Tentunya saya jawab sekarang ini sibuk untuk keluarga, adalah lebih baik saya sibukkan diri untuk cari reziki untuk belanja keluarga.
InsyaAllah Niat jika ada umur panjang dan luaskan Reziki  inilah perancangan saya. JB14 Rawat dan Rumah Tamu dengan pengurusan terkini dan tentunya dengan kadar kos yang sesuai mengikut keadaan semasa.

Rabu, 30 Mac 2016

Perbualan whatsap mengenai disebalik adanya bila Gerhana

[9-3 11:02 PG] : [9-3 9:59 PG] ‪+: Dari sudut ilmu falaq gerhana matahari tadi menjadi bukti, maghrib nanti akan bermulanya 1hb Jamadul Akhir  bagi tanah jawi kerana bumi, bulan & matahari telah ijtima' lebih dari 8 jam.
Ia juga bukti kelendar hijrah yg diguna pakai di tanah jawi ini tepat
[9-3 10:19 PG] ‪+‬: Ilmu yg sangat baik
[9-3 10:20 PG] ‪+: Besok bermula 1 Jamadil Akhir
[9-3 10:22 PG] ‪+‬: Kalau ikut takwim Sheikh Ahmad sama jg ke...
[9-3 10:25 PG] ‪+‬: Ya
[9-3 10:26 PG] ‪+‬: Sy sudah semak taqwim syiekh wan ahmad bukan di buat utk matla' malaysia... Tetapi sy tak pasti matla' mana ia dibuat, mungkin matla' mekah
[9-3 10:27 PG] ‪+: Takwim Syeikh Ahmad al Fathoni ayah su tak pernah jumpa. Ada sahabat2 boleh bg tahu kat mana nak beli...
: [9-3 10:35 PG]  Cuba U Wan bagi pencerahan, bagaimana cara tepat kaedah dalam Islam menetapkan awal dan akhir bulan.
[9-3 10:36 PG] ‪ Ada empat mazhab ayah su dlm penetapan awal bulan hijri
[9-3 10:36 PG] ‪‬: Bagi ana kena tengok anak bulan sndiri...secara rukyah...
[9-3 10:36 PG] ‪ Suatu masa dulu saya bertanya pd ABUYA mengenai TARIKH HIJRAH dan KAEDAH PENETAPAN bila Bermulanya Bulan ZULHIJJAH, RAMADHAN dan SYAWAL...
ABUYA suruh dptkan TAKWIM tsbt di tempat SHEIKH WAN MUHAMMAD SOQAIR( Khazanah Fathaniah ).
Maka bermula saat itulah saya dan sahabat yg bersama mengunakan takwim tsbt dlm menetukan bln2 ISLAM hingga Skg.
BAHKAN...
ABUYA dlm ceramah RAMADHANnya di dewan Kulim Kedah telah menekankan hal tsbt...
[9-3 10:37 PG] ‪‬: 
1) mazhab rukyah
2) mazhab hisab
3) mazhab rukyah hisab
4) mazhab hisab rukyah
[9-3 10:37 PG] ‪+‬: Malaysia guna mazhab ketiga
[9-3 10:38 PG] ‪+:  mazhab rukyah...paling tepat...
[9-3 10:38 PG] ‪+‬: Bagaimana mazhab rukyah dan hisab direalitykan u wan?
[9-3 10:38 PG] ‪+‬: Penetapan awal berasaskan rukyah, tetapi jika rukyah gagal krn cuaca atau teknikal, akan rujuk hisab
[9-3 10:41 PG] ‪+‬: Dlm masalah rukyah, kalau tak nmpk anak bulan bukan kah kena tambah 1hari lagi...knp nk kena rujuk hisab pula U Wan...
[9-3 10:41 PG] ‪+‬: Ulama² falaq syarie sedunia telah mengadakan persidangan khas di istanbul pd tahun 72... Hasil muzakarah & ijtihad mrk lahir kaedah baru dikenali imkannur rukyah
[9-3 10:41 PG] ‪+: Pohon pencerahan berkaitan imkanur rukyah.
[9-3 10:42 PG] ‪+: Dalam kaedah imkanurrukyah umur bulan baru dari ijtimak ke maghrib diambil kira
[9-3 10:42 PG] ‪+: Jika kurang 8 jam di tambah 1 hari
[9-3 10:43 PG] ‪+‬: Adakah di malaysia boleh berlaku ijtima' melebihi 8 jam?
[9-3 10:43 PG] ‪+: Jika lebih 8 jam maghrib itu di kira hari baru
[9-3 10:43 PG] ‪+‬: Hari ini contoh ijtimak lebih 8 jam
[9-3 10:44 PG] ‪+ Sebab berlaku ijtima' jam berapa tadi?
[9-3 10:44 PG] ‪+ Ijtinak penuh td kira² jam 8:25
[9-3 10:44 PG] ‪+‬: Maghrib tolak 8:25 pg lebih 8 jam
[9-3 10:44 PG] ‪+‬: Kemungkinan nampak tak anak bulan jamadil akhir u wan, hari ini?
[9-3 10:45 PG] ‪+: Kalau kurang dari 12 jam?
[9-3 10:45 PG] ‪+‬: Cuaca di khatulistiwa mengikut ilmu falaq hampir mustahil di rukyah
[9-3 10:46 PG] ‪+‬: Bermakna chances nak nampak anak bulan cuma 1%?
[9-3 10:46 PG] ‪+‬: Rukyah mudah di buat pd lat 5° keatas
[9-3 10:46 PG] ‪+‬: Kurang ayah su
: [9-3 10:47 PG] ‪+‬: Kedudukan khaltulistiwa? Di latitud mana tu U Wan?
[9-3 10:47 PG] ‪+: Kuantan lat 3°
[9-3 10:48 PG] ‪+‬: Puntianak 0°
[9-3 10:49 PG] ‪+‬: 5 tu kat mana?
[9-3 10:50 PG] ‪+‬: Thai
[9-3 10:50 PG] ‪+‬: Sy dh lupa bernula area mana
[9-3 10:50 PG] ‪+‬: Di Malaysia ni susah nk tengok ank bulan...cuaca kabus...
[9-3 10:51 PG] ‪+‬: Kita terlalu hampir dgn garisan 0
[9-3 10:52 PG] ‪+‬: Jd jarak tenggelam matahari & bulan terlalu hampir
[9-3 10:52 PG] ‪+‬: Terima kasih di atas pencerahan..
[9-3 10:53 PG] ‪+: Waktu anak bulan muncul cahaya matahari sgt terang lg
[9-3 10:54 PG] ‪+ Ya... Jadi bulan turun dulu baru tenggelam matahari, bermakna maghrib datang kemudian... Setelah jatuh anak bulan gitu ke?
[9-3 10:54 PG] ‪+‬: Di Malaysia ni kalau nmpk ank bulan tu dh dikira untung besar...rezeki dpt tengok..
[9-3 10:55 PG] ‪+: Bagi sesiapa yg belajar ilmu falaq, beliau tk boleh taqlid kpd taqwim
Krn taqwim adalah hisab & bukan qatie
[9-3 10:55 PG] ‪+‬: Yang ayah su faham selama ini, itulah pun

 [9-3 10:56 PG] ‪+: Para ahli falak akan menetap kembali pengiraan mereka setiap kali berlaku gerhana
[9-3 10:56 PG] ‪+: Tapi taklah belajar taqwim..dengan terpeinci. Namun ada sedikit kefahaman mengenainya..
[9-3 10:57 PG] ‪+: Kita kena naik kebangkok & keatas utk rukyah hilal
[9-3 10:57 PG] ‪+ Ayah su mudah lah
[9-3 10:57 PG] ‪+‬: Terengganu yg benar² ahli haji ghani
[9-3 10:57 PG] ‪+‬: Pengalaman U Wan brp kali dh nampk ank bulan
[9-3 10:58 PG] ‪+: Takwim niada keperluan kepada umat Islam yg tidak mempunyai ilmu dan kelengkapan sebagai panduan...
[9-3 10:58 PG] ‪+‬: Belum pernah dpt
[9-3 10:58 PG] ‪+‬: Masa kat terengganu, hari2 tengok bulan mengambang.. Kat rumah tepi pantai.. Siap ada gambar bulan mengambang hehehee
[9-3 11:00 PG] ‪+‬: Sy sempat belajar dgn dia 1 tahun
[9-3 11:01 PG] ‪+‬: Antara karangan beliau taqwim hijrah 01 - 1500
[9-3 11:02 PG] ‪+‬: Ada apa2 kitab beliau yg kita boleh temui
[9-3 11:04 PG] ‪+‬: Ini guru falaq syarie sy yg pertama
[9-3 11:04 PG] ‪+‬: Mula² belajar rubu' mujayyab
[9-3 11:05 PG] ‪+‬: Skrg di unisza prof dr baharuddin zainal
[9-3 11:05 PG] ‪+‬: APA benda rubu' mujayyab?
[9-3 11:06 PG] ‪+: Alat pengiraan falaq yg berbentuk 1/4 bulatan
[9-3 11:07 PG] ‪+‬: Kira ilmu falaq ni luas jugaklah..
[9-3 11:07 PG] ‪+ Luas
[9-3 11:07 PG] ‪+: Ayah su setakat dengar penerangan je dulu...
[9-3 11:07 PG] ‪+‬: Cara menetapkan anak bulan..
[9-3 11:07 PG] ‪+ ‬: YDP kita pun faham jugak pasal ni.
[9-3 11:08 PG] ‪+‬: Sy hampir dihantar ke turki utk pengkhususan falaq syarie... Tp tk pegi sbb gila nak kahwin
[9-3 11:10 PG] ‪+‬: Alat ini juga blh diguna utk mengukur ketinggian & kedalaman
[9-3 11:11 PG] ‪+‬: Canggih...Canggih...
[9-3 11:11 PG] ‪+: Bintang 12
[9-3 11:11 PG] ‪+‬: Ayah su nampak seni,,
[9-3 11:12 PG] ‪+‬: Abu ma'syari all falaki
[9-3 11:12 PG] ‪+‬: Ilmu astronomi diasas oleh ulama muslim
Kira² mcm antara ilmu tercanggih org islam
[9-3 11:14 PG] ‪+: Apa asas pengiraan dunia islam hanya 1500 tahun, boleh ustaz wan bagi pencerahan..
[9-3 11:15 PG] ‪+‬: Ni menarik...knp smpi 1500 je kira...
[9-3 11:16 PG] ‪+ Kebanyakan alim falaq syarie cuma membuat taqwim hijrah sehingga tarikh itu krn hadis umur ummat muhammad
 [9-3 11:16 PG] ‪+‬: Teruskan
[9-3 11:16 PG] ‪+‬: menarik ni....
[9-3 11:17 PG] ‪+‬: Ada yg buat hingga 1487 hijrah shj
[9-3 11:18 PG] ‪+‬: Slps tolak 13 tahun sblm hijrah
[9-3 11:18 PG] ‪+‬: Kenapa 13 tahun sebelum?
[9-3 11:18 PG] ‪+‬: Sbb ada hadis sahih Rasulullah bsbd umur umat beliau tak lebih 1500 tahun
[9-3 11:19 PG] ‪+‬: 1500 - 1387 hijrah shj
[9-3 11:20 PG] ‪+: Ok.., dan teruskan apa yg ada di dada, yg tu kita sama2 cari
[9-3 11:21 PG] ‪+‬: Kat mekah ke madinah?
[9-3 11:26 PG] ‪+‬: Diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara salat Ashar hingga terbenamnya matahari (HR. Imam Bukhari). Menurut Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi Musa AS (Yahudi) dan umat Nabi Isa AS (Nasrani).
Imam Ibnu Rajab Al Hanbali meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Imam Ibnu Rajab Al Hanbali menjadikan waktu umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti waktu satu malam dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.
Imam Ibnu Rajab Al Hanbali menafsirkan hadis Bukhari lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Nabi Musa AS hingga datangnya Nabi Isa AS seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu salat Zuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.
Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:
• Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun
• Masa umat-umat (yahudi – nasrani – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun
• Umur Yahudi = setengah hari dari siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500 tahun
• Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600 tahun
Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun
[9-3 11:27 PG] ‪+‬: Ibnu Hajar mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadis marfu dari Sa’ad bin Abu Waqqash bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari. Kemudian Sa’ad ditanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Sa’ad menjawab: “Lima ratus tahun” [hadits shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim]
[9-3 11:28 PG] ‪+‬: 900 + 500
[9-3 11:31 PG] ‪+‬: Berdasarkan pendapat² ini ahli falaq kira sehingga 1500h / 1487h shj

Rabu, 23 Mac 2016

Beza antara saka dan sihir menurut ust Rozi pusat rawstan islam Wahnan

[3/22, 4:06 PM] Ust Rozi@ Pusat Rwtn Islam Wahnan: 🍁🍁BEZA ANTARA SAKA DAN SIHIR...🍁🍁
☘Samada saka😈 atau sihir👻...kedua-duanya dari
sebab gangguan jin...maka banyak persamaan-
nya kecuali pada beberapa perkara...

Antaranya...

Asal usul jin...

☘.Jin saka😈 biasanya datang dari keluarga atau
keturunan sendiri...(...tapi ada juga punca lain).

Sedangkan... jin sihir 👻itu adalah dari kiriman
orang lain...

☘.Gangguan jin saka 😈sudah bermula sejak sekian
lama...malah ada yang sejak bayi atau juga sejak
ia masih dalam kandungan lagi...

Sedangkan...jin sihir👻 itu adalah jin yang baru...
atau tiba-tiba datang....

☘.Jin saka 😈itu berpindah kepada orang yang paling
rapat dan disayangi tuannya...

Sedangkan...jin sihir👻 itu ditujukan kepada orang di-
benci oleh seseorang lain...

Sasaran...

☘.Jin saka😈 biasanya memilih sendiri bakal tuan baru-
nya...

Sedangkan...jin sihir 👻biasanya datang kepada orang
yang diperintahkan kepadanya...

☘Jin saka😈 lebih cenderung mengganggu semua orang
dalam satu keluarga...

Sedangkan...jin sihir👻 lebih cenderung mengganggu
seseorang yang telah ditetapkan...

☘.Jin saka😈 akan masuk ketubuh siapa sahaja yang dapat
ditembusinya...

Sedangkan...jin sihir👻 lebih cenderung tetap kepada seorang.

🍂🍂Bentuk Gangguan Atau Serangan...🍂🍂

☘.Jin saka😈 akan berpindah pada seseorang mungkin atas
dasar ' kasih sayang yang mendalam ' atau perjanjian...

Sedangkan...jin sihir 👻akan datang pada seseorang dengan
maksud mahu menyeksa atau membunuh...

☘Pada peringkat awal...gangguan jin saka😈 akan lebih ter-
tumpu kepada gangguan fikiran dan perasaan...

Sedangkan...jin sihir 👻akan menimbulkan gejala kerasukan
dan kesakitan...

☘.Gangguan jin saka😈 kadang-kadang menjadikan sese-
orang itu mempunyai kelebihan-kelebihan luar biasa seperti
nampak jin...menilik...bersilat sendiri...mengurut dan mengu-
bat...dan juga sebagainya...

Sedangkan...gangguan jin sihir👻 kerap menjadikan seseorang
itu menanggung penyakit luarbiasa.

☘.Gangguan jin saka 😈kadang-kadang tak menimbulkan seba-
rang gejala penyakit...tapi menimbulkan berbagai bentuk tek-
anan pada fikiran dan perasaan...seperti mudah buntu dan
bingung...selalu runsing...risau...takut...marah...malu dan sebag-
ainya tanpa sebab yang munasabah...( termasuk berbagai pera-
ngai atau akhlak buruk...)

Sedangkan...gangguan jin sihir👻 biasanya menimbulkan berbagai
gejala penyakit fizikal...
☘.Sering gangguan jin saka😈 itu 'mencengkam' seseorang dalam
keadaan yang tenang...dan orang lain tak menyedarinya...

Sedangkan...jin sihir👻 itu akan datang dalam suatu keadaan di-
mana seseorang itu rasa diserang...

☘.Kadang-kadang jin saka😈 itu tak tahu...ia menyusahkan atau
menganiaya tuannya...

Sedangkan...jin sihir 👻itu memang bermaksud menganiaya malah
mungkin bertujuan membinasakan...

☘.Jin saka😈 itu biasanya tetap pada tuan dan keluarganya dengan
maksud nak menjaga...

Sedangkan...jin sihir 👻itu tetap dengan maksud menganiaya sekeluarga terutama sekiranya kiriman sihir itu bertujuan membalasdendam atau nak menghalau sekeluarga daripada sesuatu tempat.

☘Seringkali gangguan saka😈 itu bentuknya sangat halus...hinggakan
seseorang itu tak percaya ia ada gangguan jin saka...

Sedangkan...gangguan jin sihir👻 biasanya akan memberi kesan yang
sangat jelas adanya gangguan makhluk halus...

☘.Sebahagian jin saka😈 akan mepertahankan tuannya daripada serangan jin lain...termasuk oleh jin sihir...

Sedangkan...jin sihir👻 biasanya akan datang berkumpulan...iaitu sebahagiannya tak ada kena mengena...tapi saja nak mengambil kesempatan 'menumpang sekaki'...

☘.Jin saka😈 biasanya akan membisikkan seseorang nasihat-nasihat yang baik...(tapi ikhlas tak ikhlas tu lain cerita...tau sajala kalau dah jin...biasanya akan sampai masanya nasihat itu akan jadi hasutan...)

Sedangkan...jin sihir👻 biasanya akan membisikkan apa saja yang akan mematahkan semangat seseorang...

☘Jin saka😈 akan mencari tubuh baru dari kalangan ahli keluarga sebagai ganti jika tuannya meninggal dunia...

Sedangkan...jin sihir👻 akan pergi sebaik saja ia selesai melaksanakan
tugasnya...( itu pun tak semua...)
[3/22, 4:09 PM] Ust Rozi@ Pusat Rwtn Islam Wahnan: menimbulkan masalah...seperti menghalang tuannya kahwin...atau menghancurkan rumahtangganya...atau
menghalang daripada mendapat anak...dan sebagainya...

Sedangkan...jin sihir👻 lebih menumpukan kepada penyakit...kecuali
ia adalah jin sihir penangkal atau pemisah...

Dan sebagainya...

Wallahu a'lam.

Isnin, 21 Mac 2016

Menjatuhkan sesuatu BANGSA

[10-3 7:36 PTG] : Menjatuhkan sesuatu BANGSA itu ialah dengan menghilangkan SEJARAH atau TAMADDUNNYA atau menulis semula sejarah bangsa itu dgn memanipulasikannya spt sejarah bangsa Melayu.
Bangsa Melayu di sebut sebagai "AL-MALA U" di dalam al-Quran sebagai bangsa terakhir di atas muka bumi ini yg mempertahankan kedaulatan bangsa beragama Islam sebelum berlakunya kiamat.
"Al-Mala U" bererti lemah lembut dan tinggi budi pekerti; diberi gelaran  itu oleh seorang waliyullah yg masuk berdakwah dinegeri Kedah tua bernama "Kalaha" iaitu Syeikh Abdullah Al-Khumairi dgn mengislamkan rajanya yg pertama iaitu Merong Mahe Wen Ser; bertukar nama kpd Sultan Muzaffar Shah yg pertama......itu asal sejarah ringkas.....dan pengubahsuaian sejarah berlaku di zaman Tunku Abd Rahman bersama dgn Movin Sheppard yg mengubah secara besar2an maqam2 ulama Islam dan menggantikan dgn candi2 hindu di Kedah terutama di Merbok kononnya bagi menunjukkan seolah2 bangsa Melayu ini adalah dari agama Hindu. Al-Thai inilah yg banyak bersengkokol dgn British bagi tujuan penghancuran bangsa melayu ini. Namun Allah Maha Berkuasa dan Maha Memelihara!
Sebelum itu Tun Sri Lanang terlibat dgn menulis sejarah Melayu kononnya bangsa Melayu ini lahir dan keluar dari mulut lembu sebagai satu metos utk menggambarkan satu bangsa pelik dlm metos atau angan2 atau fantasi. Demikian juga dgn  bapa murtad terbesar iaitu seorang India Muslim bernama Munsyi Abdullah yg didokong oleh bapa Yahudi laknatullah Stamford Raffles yg sangat diagungkan oleh sebahagian pemimpin melayu sesat, yg mengolah semula sejarah melayu sesuai dgn kehendak British demi menghancurkan bangsa mulia ini. Kemudian British membawa masuk kaum genster dan mafia dari China dan India utk melengkapkan rancangan jahat mereka.
British telah mengetahui sejak awal lagi akan bangsa hebat ini akan bangkit suatu hari nanti maka mereka merancang utk menyekatnya dgn pelbagai cara kuno dan moden yg diiringi dgn teknolgi Dajjal laknatullah.
Bangsa yg Allah sebutkan di dalam Al-Quran ini tetap akan Allah pelihara hingga tiba masanya kebangkitan itu berlaku dari TIMUR. Mulianya bangsa Al Mala U ini adalah kerana bangsa ini menanggung diatas kepala dan belakang mereka akan kalimah agung Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah yg berhubung terus dgn junjungan mulia Nabi Muhammad saw sebagai khalifah Allah menggantikan Allah mentadbir dan menguruskan bumi Allah ini dgn SYARIAT2NYA bukan dgn mengagungkan undang2 British atau John Reid (yg sangat sesat) yg sangat dipuja dan dipuji laknatullah itu.
Di atas kemuliaan inilah bangsa Melayu di Nusantara ini masih dpt mengekalkan Islam sebagai agama walau di acah dan cuba dihancurkan oleh Yahudi dan British, kini Amerika cuba masuk melalui TPPA yg bersengkokol dgn puak2 pemerintah yg gila dan tamakkan harta rakyatnya.
Negara2 di Africa berjaya di Kristiankan dan dihancurkan; demikian juga di negara timur tengah telah berjaya dihancurkan......kini cuma tinggal Nusantara benteng terakhir umat Islam yg kukuh mempertahankan agamanya. Walaupun cuba diasak dgn fahaman2 baru dari ajaran Syiah, Taslim, Wahabi atau Salafi Saudi atau aliran Mujasimmah (yg menjisimkan tuhan), atheis, namun umat Melayu Islam masih dpt mempertahankan pegangan mereka dgn bantuan tentera2 Allah yg tidak kelihatan di mata manusia yg sesat dan hanyut dgn keyakinan kpd Dajjal, Iblis dan syaitan.
Mafhum firman Allah bermaksud, "Dan Allah mewajibkan ke atas mereka kalimat Taqwa (kalimat Syahadah) dan mereka berhak ke atasnya". Selagi bangsa Al Mala U ini menerima dan berpegang kpd kalimat taqwa itu selama itulah puak2 penyesat itu tidak akan mampu membinasakannya kerana kalimat taqwa yg agung itu milik Allah dan Dia yg menjaga dan memeliharakannya.
Misi kejahatan Dajjal dan kuncu2nya perlu diketahui & dihidu oleh umat Melayu atau "Al Melayuwiyah" ini kerana puak2 penyesat itu terlalu ingin utk membinasakan agama Allah di Nusantara ini.
Justeru kekuatan bangsa ini terletak pada kalimat agung itu dan kekuatan itu bukan sahaja dpt mempertahankan daulah agama Islam di atas dunia ini malahan membawa pemegang mohor kerajaan Allah (khalifah Allah) itu ke singgahsana akhirat yg terhidang di sana kenikmatan syurga yg tak terbayang oleh aqal manusia.
Memanglah dan bukanlah semua umat Melayuwiyah ini yg inginkannya kerana sebahagian besar umat ini sangat sukan KESERONOKAN DUNIA yg hina dan huduh ini kerana tertipu dgn BISIKAN2 Dajjal dan syaitan yg sangat menyesatkan; kerana mereka (sebahagian umat Melayu) menyangkakan yg keseronokan itu adalah HADIAH KEHIDUPAN dari Allah di dunia ini. Maka sebab itulah mereka berani MENYATUKAN  diri mereka dgn puak2 penyesat itu akibat dari kesesatan dan penipuan yg tidak mereka jangkakan.
Terpulanglah kpd umat Melayu ini samaada ingin berterusan menjadi HAMBA abdi kpd Dajjal, Iblis dan Yahudi (British, Amerika dan sekutunya) atau menjadi hamba kpd Tuhan yg Maha Agung lagi Maha Berkuasa dgn terusssssssss menyebar QALAM AGUNG ini,  menanggung dan memikul akan KALIMAH TAQWA ini hanya SEKALI shj dlm sejarah HIDUPNYA di atas dunia ini yg TIDAK akan berulang lagi utk kali kedua selama2nya.
"Maka beruntunglah sesiapa yg menyucikan dirinya dan merugilah sesiapa yg MENGOTORI jiwanya" (al quran).
Dan Allah akan tetap dan terus melantik WAKIL2NYA dari Khailfah2nya yg akan mewarisi Kalimat Agung ini, menjaganya, memeliharanya serta menghidupkannya di sisi HATI-HATI yg ingin kembali kpdNya sehingga kiamat; dan beruntunglah mereka yg dipilih dan yg "menyediakan" dirinya utk dipilih oleh Allah sebagai KHALIFATULLAH di dunia yg PASTI akan ditinggalkannya.
Maka bagi umat2 yg berseronok dan terlalu bergembira dgn hidupan nikmat dunia ini tunggulah saat2nya kedatangan MALAKUL MAUT dtg ke kerongkongan mereka, merentap sgla kenikmatan dunia (dgn kesakitan agung) yg LANGSUNG tidak berharga dan bernilai itu yg ketika itu tiada lagi penyesalan buat selama2nya.
Wallahuaklam.
(Mesej ini dari mesin kpd mesin).
[10-3 9:02 PTG] ‪‬: Dongeng mana lagi ni....dongeng untuk menutup dongeng demi ketuanan Melayu hehehehe
[10-3 9:06 PTG] ‪‬: Hehehee
[10-3 9:07 PTG] ‪: Cukup jd dusun yg taat perintah allah swt..melayu mudah lupa td dusun tidak...

Khamis, 3 Mac 2016

Asas dan Tarbiah pendidikan amal Agama saya bermula di sini



TUAN GURU HAJI YUSOFF BIN HAJI SAAD - 1918-1979 (Pengasas Pondok Tuan Guru Haji Yusoff)

Tuan Guru Haji Yusoff, Menabur Bakti Dalam Pendidikan

Sempena Hari Guru kali ini, saya akan membawa sebuah biografi seorang ulama dan guru yang telah menyerahkan seluruh hidupnya dalam kebaktian pada pendidikan iaitu Tuan Guru Haji Yusoff.

Tuan Guru Haji Yusoff bin Haji Saad dilahirkan pada tahun 1918 di Kampung Relau, Bandar Baharu, Kulim Kedah. Namanya terkenal dan meniti di bibir masyarakat Seberang Perai Selatan dan utara Perak. Beliau telah diasuh dan dididik dengan penuh nilai keislaman serta kasih sayang oleh kedua ibu bapanya. Suasana itu menyebabkan beliau sangat disenangi oleh masyarakat kerana sikap lemah lembutnya tetapi tegas dalam perkara melibatkan akhlak anak-anak muridnya
Asrama lelaki bangunan Lama. saya duduk bilik yang ada tanda pelakat 

ini Telaga depan Asrama lelaki. dulu tidak ada dinding punya payah cedok air telaga pada mula-mula 

Bangunan Surau dan bangunan sekolah kelas sanawiah kawasn lapang tempat kami main bola kampung

bangunan kelas ibtadiah

ini namanya pondok


Ahad, 14 Februari 2016

Balik bercuti tahun baru cina 2016

Seminggu sebelum balik kampung semua family mengidap demam panas dan kokol yang luar biasa payah keluar ingusnya.

Mau nda mau baliklah jua kami satu family. Saya tawakal ja apa kejadian memandu time mengidap demam panas.

Rasaku ganguan dekat rumah yang menghantui perkiraan dan perhitungan tapi tak kan la gangguan ini sampai di tempat menyewa.

Hari kedua sampai rumah macam oke rasanya badan hingga paginya dapat mandi awal dan mengintai lokasi yang berkenaan. Tergerak hati nak buat gerak penangkap jin iblis syaitan konon nak gertak la ceritanya.

Esoknya saya terlantar lagi tidak tau mana penyebabnya adakah gangguan itu? atau hujan gerimis? yang menimpa badan ketika mengangkat kain jemuran.

Saya terlantar lagi emak pun cakap tidak payahlah buat kerja kalau belum cukup sihat.

Sehari sebelum akan kembali ke tempat kerja. Emak tanya adakah yang lain dirasa sakit? Saya jawab ada sakit-sakit badan mungkin pasal asyik tidur saja jawab saya.

Asalnya macam demam luar biasa dengan kokol yang liat terus hilang selera makan.

Malam tu saya perkena herba buatan mak. Rasa air renihannya serupa sup sayur manis. Cuma risau saya melihat dosnya yang macam mau makan lauk sayur. Apa pun perkena juga jormat orang yang sudi menghulurkan ikhtir lebih-lebih ibu sendiri.

Akhirnya saya akui selain umur yang makin lanjut.. Amal tak berapa beramal, malas buat sunat dan setahun pun belum tentu qatam quran. Kalau pandang ayat yang beri kuasa beginilah. Nasib Allah saw beri ingatan hang ni sapa?

Esoknya reda juga kembali ke tempat bertugas. Sakit tak sakit kerja wajib jaga ah ah ah

Anak bini simpan dengan mentua. Makan minim tak sempat nak sedia modal dah nak susut harap mereka makin murah rezeki. Amin

Sabtu, 9 Januari 2016

Gangguan menghampir dan menganggu di kawasan kediaman sendiri


Bercuti hujung tahun 2015 saya hanya duduk di rumah. Tidak ada aktiviti pertubuhan dan majlis tahunan peralih saka tahun ini  tidak dapat diadakan sebab  Dana tidak mencukupi. Tidak ada sambutan masyarakat dan ahli pertubuhan.

pokok mangga boleh nampak dari arah ini
Aktiviti saya duduk rumah dengan anak isteri. saya juga dapat  melayan kawan yang datang membantu menolong bertukang menyiapkan rumah.. setakat ini sudah mula susun bata pada rangka sekeliling rumah. Cuma mampu  beli empat flat bata jenis pasir. Modal buat rumah tidak ada. Cuma Mengharap simpanan berhema berbelanja setiap bulan.

Sebelum bercuti Ada budak bilang nak jumpa dengan saya, tapi  bila saya dah ada dok kampung,  bila saya whataspp dok tanya saya ni sapa pula dah?  jadi saya abaikanlah no hp tu. lagi pun saya terfikir selapas ini kalau ada budak nak baiah saya suruh isi borang keahlian dan bayar yurannya baru boleh bawa dalam mesyuarat ajk nak terima baiah atau tidak atau duduk ahli pertubuhan aja. 

Dalam menunggu kawan datang bertukang rumah, gatal juga tangan membuat aktiviti yang boleh mengeluarkan peluh. maklumlah umur-umur begini tekanan darah dah meningkat naik. Saya cuba menabas-nebas sekitar kawasan rumah terutama bekas saya menanam ubi kayu sebelah tapak rumah,

Aktiviti menabas ini lah yang sering kali saya lakukan setiap kali balik kampong. bersih juga pandangan mata dan juga saya berharap ayam-ayam ada ruang mengais-ngais mencari cacing juga lebih selamat untuk melarikan diri dari pemangsa terutama biawak. dengan ibu kucing pemakan anak ayam memang tidak dapat di elakan  kasihan melampau dengan kucing-kucing pemangsa anak ayam ini.
Sambi menabas merata-rata ini,  terlihat nunu disana ada pokok mangga yang berbuah masih muda. Jadi pandang mata saya terus ke pokok mangga tersebut. terliur teringat isteri makan mangga muda dibuat sambal.

Saya menabas sambil merantis membina laluan kearah pokok mangga tersebut. saya luaskan kawasan merantis sebab nanti luas juga pandangan. Cuma bila sehampir pokok mangga tersebut perasaan dan bauan menganggu destenasi saya. mulanya saya ingatkan benda ini cuma lintasan biasalah hutan yang jauh dari usikan orang ramai.

Saya gagahi untuk mengharungi dan melawan situasi yang dirasa. Laluan yang saya bina macam makin menyukarkan dan gangguan yang di rasa makin  memuncak. pengalaman saya fahamlah saya mungkin ada gangguan la ni.

Dengan jarak lima ke enam kaki dari pokok mangga tersebut keadaan saya makin sulit. Seumpama diharungi sekumpulan lebah. Lantas sepantas apa saya buru-buru saya melaksanakan ritual seadanya untuk menjauhkan gangguan ini. tapi macam buas sangat benda ini kenalah saya mempertahankan diri dan perlahan-lahan saya meninggalkan kawasan tersebut.

Semasa berundur meninggalkan kawasan tersebut saya agak gelisah kerana risau gangguan ini akan mengikut sampai ke kawasan rumah. Juga terlintas dihati kisah seumpama ini dalam buku cerita tamar jalis yang mana mangsa jarang begini jarang tidak ditimpa musibah besar.

memang saya agak terleka sebab Pokok mangga ini tidaklah jauh dari tapak rumah dan memang tempat ini tidak asing dengan saya. kebiasaan  saya menghampiri pokok ini sebelum-sebelum ini. Mungkin Masa berlalu kawasan pun makin berubah.

Terfikir juga saya anak kecil dirumah anak sendiri , anak-anak buah yang sama-sama balik bercuti menziarahi nenek mereka. Kegelisahan memeng sangat mencengkam.Demam saya juga belum reda terkena hujan semasa menebas rumput disebalah bekas tapak rumah sepupuh mama.

Kalau Kawasan tinggalan bekas rumah sepupu emak saya ini saya tidak hairanlah sebab saya pernah dan lama tinggal dirumah tersebut sebelum dirobohkan. kalau masyarakat kami tidak asinglah dengan benda-benda macam ini.

Tapak rumah kami dan tapak bangsal candawan saya  adalah saya pagarkan dengan kaedah paku empat inci. Tapi bila tapak rumah saya ini tanahnya ditolak saya tidak pasti lagi adakah pagar paku tersebut masih berguna pakai kafiatnya.


Malam-malam seterusnya anak-anak saya tidurnya dan kesihatanya memang bermasalah. Saya hanya mampu berdoa mudahan saya mampu menempuhinya dengan sabar. tangisan dan teriakan anak-anak ditengah malam memang mengugat iman. sifat panas baran itu keluar juga. terpaksalah layan karenah anak-anak ini sampai mereka tertidur. mata halus mereka memang kita orang tua ini tak faham.

Alhamdulillah anak-anak buah tidaklah bermasalah sangat seperti anak saya. cuma risau juga sebab keluarga saya yang akan dahulu meninggalkan rumah kampung ini untuk kembali ke tempat kerja.

Di dalam mengabaikan benda-benda seumpama ini tiba tergerak hati saya bila berkesempatan hadir majlis qatam Quran dengan kawan-kawan. saya selitkan air untuk niat dibuat penawar. dan dikesempatan itu. malam itu  juga saya ritualkan  menawar kawasan  tapak rumah saya dengan air Kaedah Qatam quran. Lama saya berniat nak buat tapi tidak tercapai.


Memang Emak saya  balik-balik cakap dan ingatkan untuk ritual tapak rumah tersebut memandangkan semanjak dua menjak ini saya asyik-asyik  kurang sihat bila membuat bebarapa aktiviti di kawasan tapak rumah  sendiri apa lagi bila memasuki tapak tinggalan jiran dan kawasan rizab hutan milik badan kerajaan.

Hari-hari berikutnya pandangan saya pada pokok mangga tersebut  memang penuh menyeramkan. Apa lagi bila saya terkeluar dari kawasan sampadan tapak rumah saya. Keadaan ini tidak amat tidak menyenangkan saya. jadi teringin saya untuk melakukan sesuatu menanganinya.

Setelah saya  melaksanakan dua lagi kaedah ritual  tapi keadaan tetap sama. Walau saya sudah dijauh-jauh  ini keadaan masih sama terasa bila terkenangkan benda tersebut. InsyaAllah kalau pada kesempatan bercuti rasanya akan saya ritualkan yang sepatutnya.


[: Saka adalah suatu penyakit yang tak dapat kita selesaikan dengan timbunan kitab...
Biarpun kita arif dalam bab feqah, tauhid dan tasauf, ia tidak mampu merawat jiwa yg bersaka.